Jawa Barat Menjadi Favorit Investor

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Provinsi Jawa Barat (Jawa Barat) sebagai lokasi dengan nilai investasi terbesar pada 2018. Realisasi investasi di daerah mencapai Rp 116,9 triliun atau 16,2% dari total realisasi di Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa wilayahnya menjadi lokasi favorit investor untuk berinvestasi karena infrastruktur yang memadai.

“Mengapa (investor) menyukai Jawa Barat? Pertama karena infrastrukturnya sangat bagus dalam menarik konsumen, keduanya dekat dengan Jakarta sehingga ada juga keunggulan geografis, dan ketiga adalah reformasi regulasi,” jelasnya di Fairmont Hotel.

Jawa Barat Menjadi Favorit Investor
Jawa Barat Menjadi Favorit Investor

Selain itu, Ridwan Kamil juga mengklaim memiliki strategi khusus untuk menarik investor, yaitu dengan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Salah satu hal yang saya dorong adalah zona ekonomi khusus, jadi sekarang ada instrumen KEK, selama kita bisa melobi 200 ha lahan, kita bisa menjadikannya daerah ekonomi khusus untuk industri tertentu,” jelas pria yang akrab dipanggil Kang Emil.

Di KEK, Emil mengatakan dia akan memberikan sejumlah insentif dan fasilitas pra-dukungan bagi investor.

“Apa yang terjadi dengan pajak? Pajak akan dikurangi, maka infrastruktur KEK akan dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN. Kedua koneksi, masalah kita adalah mengangkut barang. Jadi itu adalah kombinasi dari infrastruktur, kombinasi melalui KEK yang Saya akan menawarkan, “katanya.
nenek

Untuk tahun ini, Emil mengatakan akan mendorong empat KEK. Untuk wilayah, itu akan di Sukabumi, Pangandaran, Subang, dan Majalengka.

“Sekarang tekan 4 KEK. Semakin banyak semakin baik. Tahun ini akan ada 4. Di Sukabumi, Pangandaran, Subang, Majalengka,” katanya.