Hidup Sehat

Cara Yang Baik Dan Aman Untuk Mengobati Luka

May 28, 2019

Setiap orang pasti terluka, baik karena jatuh dari sepeda, tersandung, atau memotong pisau. Luka besar dan kecil, jika tidak tergores dengan benar, bisa sulit untuk menyembuhkan infeksi. Karena itu, simak beberapa tips perawatan luka berikut ini.

Luka pasti akan menyebabkan rasa sakit, tetapi bobotnya bervariasi, tergantung pada lokasi, jenis, dan tingkat keparahan luka. Luka yang dalam atau luas memerlukan perawatan luka di rumah sakit atau klinik. Padahal cedera ringan bisa diatasi melalui perawatan sendiri di rumah.

Cara Yang Baik Dan Aman Untuk Mengobati Luka
Cara Yang Baik Dan Aman Untuk Mengobati Luka

Jenis Luka

Meskipun mereka memiliki prinsip dasar yang sama, langkah perawatan luka dapat berbeda tergantung pada jenis luka. Berikut ini adalah jenis-jenis cedera yang biasa ditemui, berikut penjelasannya:

1. Jaringan parut atau avulsi

Avulsion adalah robekan sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Luka yang sobek ini dapat terjadi karena tembakan, ledakan, kecelakaan serius, atau perkelahian. Darah yang keluar karena luka jenis ini biasanya cepat dan besar, sehingga perlu penanganan medis segera.

2. Luka tusuk

Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam dan panjang, seperti pisau, jarum, atau kuku. Meskipun umumnya tidak menyebabkan banyak darah keluar, luka jenis ini dapat menembus kulit untuk melukai organ dalam.

Selain itu, luka tusuk juga bisa menyebabkan tetanus. Jika Anda tertusuk benda yang kotor, misalnya kuku berkarat, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan mengobati luka untuk mencegah infeksi, dan memberikan vaksinasi tetanus jika diperlukan.

3. Luka terkoyak atau terkoyak

Luka sobek bisa berupa goresan ringan, bisa juga luka yang dalam dengan bentuk yang tidak beraturan. Cedera ini sering ditemukan dalam kecelakaan saat mengemudi atau bekerja, misalnya karena mesin. Penanganan darurat dari luka-luka ini tergantung pada tingkat keparahan perdarahan dan bagian tubuh yang terkena.

4. Sayatan atau sayatan

Benda datar dan tajam, seperti pisau cukur, pecahan kaca, pisau, atau bahkan kertas. Selain itu, sayatan juga bisa disebabkan oleh prosedur bedah. Sama seperti luka robek, penanganan darurat luka tergantung pada kondisi perdarahan dan lokasi luka.

5. Baret atau abrasi

Abrasi terjadi ketika kulit menggosok atau goresan permukaan kasar atau keras, seperti jalan beraspal atau semen. Meskipun tidak menyebabkan banyak pendarahan, luka jenis ini perlu dibersihkan dengan benar untuk menghindari infeksi.

Cara Merawat Luka dengan Benar

Luka ringan dan lecet biasanya tidak memerlukan bantuan dokter. Cukup dengan beberapa langkah untuk merawat luka-luka berikut, kulit akan sembuh seperti biasa.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci tangan sebelum melakukan perawatan luka, untuk menghindari infeksi. Setelah itu, lakukan saja hal berikut:

– Pendarahan karena goresan dan cedera ringan biasanya berhenti sendiri. Jika tidak, berikan tekanan lembut pada luka dengan kain bersih. Posisikan luka menghadap ke atas.

– Bilas luka dengan air bersih dan mengalir. Sekitar luka dapat dibersihkan dengan sabun, tetapi bukan luka, untuk menghindari iritasi.

– Jika masih ada kotoran atau benda yang tersangkut di luka setelah dibersihkan, gunakan pinset steril (yang telah dibersihkan dengan alkohol) untuk menghilangkannya. Jika masih ada sesuatu yang tersangkut, pergi ke dokter sehingga Anda dapat membersihkan luka dengan seksama, untuk mengurangi risiko infeksi dan tetanus.

– Tidak perlu menggunakan hidrogen peroksida cair, obat merah, atau larutan antiseptik yang mengandung yodium, karena dapat menyebabkan iritasi pada luka.

– Oleskan krim atau salep antibiotik untuk membantu menjaga permukaan kulit tetap lembab. Obat ini tidak membuat luka cepat sembuh, tetapi bisa mencegah infeksi sehingga proses penyembuhan luka bisa bekerja dengan baik. Tetapi jika ruam muncul di kulit, segera hentikan penggunaan salep.

– Luka perban agar tetap bersih dan terlindung dari bakteri. Jika luka atau goresan kecil, tidak perlu dibalut.

Jika luka cukup dalam, menganga, dan terlihat lemak atau otot, segera pergi ke rumah sakit atau klinik untuk menjahit. Pada luka yang dalam atau kotor, suntikan tetanus mungkin diperlukan dalam perawatan luka. Demikian juga, jika Anda belum disuntik dengan tetanus selama lima tahun terakhir.

Dianjurkan untuk menemui dokter jika lukanya tidak sembuh, menjadi kemerahan, bengkak, terasa lebih sakit, atau ada nanah yang keluar.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply